Senin, 08 April 2013
Cinta dan Waktu
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggalah berbagai macam benda abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki cinta. Tak lama cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan!! Keyakinan!! tolong aku!!" teriak Cinta. "Aduh!! Maaf, Cinta!!" kata Kekayaan. "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku ini". Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan!! tolong aku!!", teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air semakin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan!! bawalah aku bersamamu!!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut, nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini", sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia lalu menangis terisak-isak. Saat itu, lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu", kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air yang semakin naik dan akan menenggelamkanya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara ,"Cinta!! mari cepat naik ke perahuku!!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik keperahu itu, tepat sebelum air menenggelamkanya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkanya itu. Cinta segera menanyakanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran. "Sebab," kata orang itu "hanya waktulah yang tau berap nilai sesungguhnya dari Cinta itu....." (submmited by Steven widya@yahoo.co.uk)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar